RSS

Kerja Bakti

Di Indonesia kerja bakti merupakan kegiatan yang tidak asing lagi. Dengan kerja bakti saling membahu para penduduk untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan saling bahu membahu pekerjaan yang berat dapat menjadi ringan.

Klo dalam dunia pedesaan istilah kerja bakti mungkin bukan merupakan hal yang asing.
bahkan istilah tersebut telah menjadi keseharian yang sangat
umum dalam kehidupan sehari- hari masyarakat pedesaan.
Semangat yang tertanam dibalik istilah tersebut mengingatkan
diriku pada masa lalu dimana para tokoh kemerdekaan
menggunakan istilah ini untuk membangun semangat para
penduduk desa untuk membantu para pejuang yang
tengah mengadu nyawa di medan laga. Dengan kerja bakti
saling bahu membahu para penduduk menyediakan
kebutuhan logistik para pejuang kemerdekaan, selain itu para
penduduk ada juga yang merelakan nyawanya untuk
membantu berjuang melawan musuh. Pada jaman orde baru istilah kerja bakti juga sering dipakai, terutama TNI yang dulu istilahnya ABRI dengan programnya ABRI Masuk Desa. Para ABRI ini kerja bakti masuk desa untuk membantu
masyarakat pedesaan yang mungkin masih kekurangan
tenaga untuk melakukan pekerjaan semisal memperbaiki saluran air, membuat sumur
umum atau WC umum, bahakan membangun balai petemuan.
Kalo kita perhatikan suasana kerja bakti penuh dengan kekeluargaan. Tidak ada rasa
saling iri atau bahkan merasa tertekan dengan beban kerja
yang dilakukan, karena semuanya dilandasi dengan rasa
senang dan penuh dengan suasana kekeluargaan. Lalu apa
yang menjadi masalah dengan semuanya itu? Adakah hikmah
lain dibalik istilah tersebut? Ternyata ada sisi lain dari istilah
kerja bakti. Penyalahgunaan pengertian dari istilah kerja
bakti telah membuat sebagian atau segelintir orang dengan
tega melakukan perbudakan antar sesama manusia. Dengan
tidak memperhatikan jerih payah yang dilakukan seseorang
dengan tanpa ada penghargaan yang berarti bagi manusia
tersebut. Sungguh kondisi yang sangat tidak masuk akal dan
cenderung tidak manusiawi. Dalam lingkungan pekerjaan
tentunya segala sesuatu boleh dibilang harus profesional.
Seseorang yang melakukan sesuatu kewajiban tentunya
mempunyai hak yang harusnya dipenuhi juga. Ternyata sampai
sekarang pengertian hak dan kewajiban yang harusnya bisa
dimengerti oleh para pengambil kebijakan dan pemegang
kekuasaan masih suka disalahgunakan. Kebanyakan
para pemegang kekuasaan masih suka memeras dan
menindas anak buahnya demi kepentingan pribadinya semata.
Tanpa mempunyai rasa belas kasihan (entah punya rasa belas
kasihan atau engga), para pemegang kekuasaan dalam
institusi pekerjaan tersebut terkadang malah memaksakan
sesuatu pekerjaan pada seseorang dengan imbalan yang
tidak sesuai dengan beban pekerjaan yang dia tangani.
Samapai kapan negeri ini akan dirundung kondisi yang demikian mengerikan.

Kerja bakti kali ini kami lakukan di kelurahan biraeng tepatnya RW 1 dan RW 2. Kami mahasiswa bersama-sama masyarakat.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar